Pasuruan, Harianjatim.id – menindaklanjuti surat edaran dari Sekda, No.500.6/968/424.091/2024, tertanggal 23/8/2024, perihal Gerakan Tanam Cabe, Inovasi Gelang Kepang (Gerakan Penanggulangan Kerawanan Pangan) dalam rangka pengendalian inflasi daerah serta untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1095.
Menindaklanjuti hal tersebut, Camat Purwosari, Munif Triatmoko, langsung membuat surat edaran, instruksikan jajaran Pemerintah Desa Se-Kecamatan Purwosari, untuk mengikuti lomba Gertam Babe (Gerakan Tanam Bawang dan Cabe), dengan menanam di lingkungan kantor Desa masing-masing, secara swadaya.
Saat ini, tim penilai dari pendamping Desa Kecamatan Purwosari, sudah hadir di Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Jum’at, 04/10/2024
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah nampak hasil karya dari ibu-ibu PKK, sudah dikemas secara indah dan asri, lima stand tanaman bawang dan cabe, berjejer rapi menghiasi Kantor Desa Sumbersuko.
Lomba tersebut, diikuti oleh lima kelompok ibu-ibu PKK Desa Sumbersuko, makanya standnya juga ada lima, dan tim penilai dari Pendamping Desa, merasa kagum melihat kreatifitas peserta, dengan penuh teliti dan hati-hati menilai stand demi stand, sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan dalam lomba.
Indikator penilaian tersebut yaitu pemanfaatan hasil panen, diversifikasi tanaman, tampilan estetika, media penanaman, kondisi tananaman, penggunaan sarana produksi, tanaman bersih dari rumput liar, sistem pengairan, dan kreatifitas dalam menghias lahan.
Kepala Desa Sumbersuko, H. Arif Efendi, kepada media menyampaikan, bahwa ini adalah program dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, yang diteruskan ke desa-desa, Gerakan Menanam Bawang dan Cabe, yang khusus ditanam di lingkungan Kantor Desa masing-masing.
“Saya menyambut baik program ini, karena kalau kita mau terapkan di lingkungan kita masing-masing, akan berdampak pada peningkatan perekonomian di masyarakat,” tuturnya.
Kami sengaja berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK, dalam melaksanakan program ini, karena kalau kita berdayakan di Perangkat, takutnya akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya berharap kegiatan ini, bisa terus berkelanjutan di masyarakat, ibu-ibu PKK yang sudah mengikuti lomba, bisa mengaplikasikan ilmunya di lingkungan rumahnya masing-masing, dengan harapan bisa dicontoh oleh masyarakat yang lain,” ungkapnya. (Red*)









