Pasuruan, Harianjatim.id – Melihat perkembangan Alun-alun Bangil Sekarang, sejumlah aktivis ikut prihatin, karena tata kelolanya yang Amburadul.
Karena tidak dikelola dengan benar, maka banyak kepentingan pribadi, dengan mengatasnamakan paguyuban manfaatkan potensi Alun-alun Bangil, sebagai ladang bisnis yang menjanjikan di wilayah tersebut.
Akhirnya muncullah berbagai persoalan baru, yang menyebabkan Alun-alun Bangil, menjadi semrawut, para oknum semaunya sendiri, asal mendapatkan keuntungan, tanpa mempedulikan keindahan dan kenyamanan para pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut menjadi perhatian serius Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, dalam wawancara bersama Harianjatim.id, Taufiqul Ghoni menyampaikan apresiasinya kepada semua masyarakat, para aktivis, pemerhati dan rekan-rekan awak media, sudah memberikan masukan yang sifatnya Konstruktif (membangun). Selasa, 08/10/2024
“Berbicara sebuah Icon Ibukota Pasuruan, yaitu Alun-alun Bangil, tentunya kita harus melihatnya secara utuh, bukan hanya DLH saja, kami hanya dibidang Penataan keindahan, dan konsepnya harus sesuai dengan Peruntukanya untuk apa, Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka dan Taman, atau Sebuah Sarana sesuai dengan fungsinya, konsep inilah yang perlu untuk duduk bersama merumuskanya,” jelasnya.
Selain DLH, dalam mengelola Alun-alun Bangil, disitu ada Dishub untuk mengatur lalu lintasnya, ada Satpol PP untuk menjaga ketertibannya, ada Dinas Pariwisata untuk menarik minat pengunjung, Dinas SDA dengan Tata Ruangnya, Disperindag, Dinas Kesehatan dan itu ada keterkaitan.
“Aspek-aspek penunjang lain yang tidak kalah pentingnya yaitu di situ ada Kabel listrik dan Kabel Telkom yang nampak semrawut, dan untuk mengatasi semua, kita perlu duduk bersama dalam membangun Alun-alun Bangil menjadi indah dan nampak asri,” tuturnya.
Untuk mewujudkan Alun-alun Bangil menjadi Indah dan Asri, yang sesuai konsep Peruntukanya, harus melibatkan seluruh Stakeholders terkait, termasuk unsur Penta Helic (LSM, tokoh masyarakat, pemerhati termasuk Barikade Gus Dur) harus dilibatkan, dan saya menjamin bahwa Pemerintah Daerah serius dan tidak main-main, dalam membangun Kabupaten Pasuruan yang lebih baik,” tegas Taufiqul Ghoni. (Red*)









