Pasuruan, Harianjatim.id – Langkah nyata dalam memerangi darurat narkoba kembali hadir di Kabupaten Pasuruan. Sebuah yayasan rehabilitasi narkoba baru bernama “AJI JIWO” resmi berdiri dan siap menjadi benteng penyelamat bagi para korban penyalahgunaan zat terlarang.
Berlokasi di Jl. Tejosari RT 004 RW 004, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, yayasan ini telah mengantongi legalitas resmi dari Kemenkumham RI (No. AHU-0010979.AH.01.04 Tahun 2026) serta Izin Operasional dari Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan (No. 400.9.12./2309/107/2026).
Lahirnya Yayasan AJI JIWO digagas oleh sosok Sueb Efendi, SH., atau yang akrab disapa Abah Sueb. Ia merupakan tokoh yang dikenal aktif sebagai Ketua BPC Peradin, Ketua GPN 08, sekaligus Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Pasuruan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tasyakuran sederhana pendirian yayasan, Abah Sueb selaku Ketua Dewan Pembina menegaskan bahwa kehadiran AJI JIWO adalah wujud keseriusan dalam merespons status Pasuruan Darurat Narkoba.
”Kami tidak ingin hanya bergerak di ranah preventif seperti penyuluhan P4GN. Hari ini, kami merealisasikan fungsi rehabilitatif. Ini sejalan dengan amanat Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di mana pecandu dan korban penyalahgunaan wajib mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial,” ujar Abah Sueb tegas.
Di bawah komando M. Faisal H., SH., sebagai Ketua Yayasan, AJI JIWO diperkuat oleh para tenaga profesional adiksi yang telah mengantongi sertifikasi UKOM dan UTC, serta lulus pelatihan On Job Training (OJT) Adiksi. Tak hanya itu, layanan pemulihan di sini juga didukung penuh oleh tim medis dan konselor ahli yang kompeten di bidangnya.
Menengok fasilitasnya, yayasan ini telah dirancang sesuai spesifikasi standar program rehabilitasi. AJI JIWO menyediakan ruang tamu, mushola, ruang classroom, halaman olahraga, ruang dokter, ruang detoksifikasi, ruang makan, area cuci, serta kapasitas bed yang mampu menampung 25 residen (klien) laki-laki dan 5 residen perempuan.
Menariknya, yayasan ini juga menyiapkan program pemberdayaan pasca-rehabilitasi melalui spot vokasional. Saat ini, fasilitas kolam lele dan boks kandang ayam sedang dalam proses pembangunan untuk mengasah kreativitas dan kemandirian para klien kelak.
Melalui AJI JIWO, Abah Sueb berharap yayasan ini bisa membawa manfaat luas bagi masyarakat Pasuruan dan Jawa Timur, sekaligus menyokong visi Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan Jawa Timur BERSINAR (Bersih Narkoba).
Di akhir acara, Abah Sueb menggaungkan slogan mendalam yang menjadi ruh dari yayasan ini: “Aji Tanpo Jiwo, Koyo Kembang Tanpo Wangi”
”Artinya, keberhasilan hidup tidak hanya ditentukan oleh fisik dan materi, tetapi oleh kekuatan jiwa, moral, dan spiritual. Tanpa jiwa yang sehat dan kuat, kehidupan akan kehilangan arah dan manfaat,” urainya filosofis.
Kehadiran AJI JIWO pun mendapat sambutan hangat dari pihak regulator. Di tempat terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan, Masduki, SH., MH., menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya.
”Semoga AJI JIWO menjadi mitra yang handal bagi BNN dalam merehabilitasi pecandu narkotika, sehingga mereka bisa pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat,” pungkas Masduki singkat namun tegas. (Red)









